Dapatkah Pengunjung dari Media Sosial Disebut Sebagai Visitor Organik

Bagi pemula yang berkecimpung di dunia blogging, ada baiknya kita mengetahui tentang sumber-sumber visitor. Secara umum visitor blog dapat diklasifikasika menjadi dua kelompok, yakni visitor organik dan visitor anorganik. Namun masih banyak yang mempertanyakan tentang visitor dari sosial media, apakah visitor ini dapat disebut sebagai visitor organik? Sebenarnya untuk mengetahui visitor organik sebuah blog ini tidaklah sulit. Dapat diartikan bahwa visitor organik sebuah blog ialah visitor yang berasal dari search engine yang mengunjungi secara alami tanpa campur tangan manusia.

Apa itu visitor organik?

Visitor organik merupakan visitor yang bersumber dari mesin pencari secara alami, mereka mengunjungi blog sebab mendapatkan link blog tersebut hasil dari pencarian mesin pencari (misalnya: google) yang mereka lakukan dengan memasukkan kata kunci teretentu.

Apakah visitor dari media sosial disebut pengunjung organik?

Kemudian timbul pertanyaan, apakah pengunjung blog yang bersumber dari sosial media dapat disebut pengunjung organik. Banyak sudah mendiskusikan dan menganalisa mengenai pertanyaan sejenis, sehingga muncul hasil kesepakatan beberapa blogger dan hasil analisanya yang membuktikan bahwa traffik yang bersumber dari media sosial seperti facebook, twitter, google+, linkedin dan media sosial lainnya itu tidak dapat dihitung sebagi visitor organik.

Pada platform blogger sendiri sudah menyediakan fitur untuk mengontrol vistor yang kompatibel serta akurat dalam mengklasifikasikan visitor organik dan visitor anorganik (medsos), baik itu dari segi jumlah tayangan halaman, ataupun sumber rujukan blog untuk mengetahui dari mana asal pengunjung tersebut.

Namun demikian, jika ada beberapa artikel yang merekomendasikan untuk membagikan artikel blog ke media sosial demi meningkatkan traffik blog yang berasal dari visitor organik, ini pun tidak sepenuhnya salah, dalam arti sangat dibenarkan. Ini dimaksudkan agar lebih maksimalnya artikel blog tersebut dapat terindeks sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah tayangan suatu halaman blog.

Sehingga halaman blog tersebut berpeluang lebih besar untuk ditampilkan Google di halaman pencarian sesuai dengan kata kunci. Visitor yang berasal dari rujukan media sosial seperti facebook, twitter, google+, ataupun linkedin pada dasarnya bukan visitor organik, namun ini adalah cara untuk menampilkan artikel kita kepada pengguna media sosial yang akan meningkatkan rating artikel atau halaman blog.

Perhatikan artikel dengan garis bawah merah, jumlah tayangan halaman 4633
Perhatikan artikel dengan garis bawah ungu, jumlah tayangan halaman 185

Pada gambar di atas terlihat garis bawah merah lebih berpeluang besar ditampilkan di halaman pencarian, dibandingkan gambar dengan garis bawah ungu walau kata kunci sama. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin banyak tayangan halaman artikel blog, maka potensi jumlah pengunjung organik akan semakin tinggi pula. Demikian pembahasan mengenai visitor blog dan visitor organik kali ini, semo dapat bermanfaat dan dapat menjadi referensi dalam menentukan tindakan bagi artikel dan blog sekalian. Jangan lupa share artikelmu dan artikel ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel